RINGKASAN MONITORING DAN EVALUASI
KEGIATAN IUPHHK-HA PT. GUNUNG RAYA UTAMA TIMBER INDUSTRIES
TAHUN 2020
Monitoring kegiatan IUPHHK-HA PT. Gunung Raya Utama Timber Industries dilaksanakan setiap tahun untuk mengetahui realisasi kegiatan yang dicapai berdasarkan target perusahaan. Ringkasan realisasi kegiatan pada Tahun 2020 adalah sebagaimana diuraikan berikut ini.
A.PERENCANAAN
1. Tata Batas Areal IUPHHK
Perusahaan telah berupaya untuk melaksanakan penataan batas luar areal IUPHHK-HA PT. Gunung Raya Utama Timber Industries. Namun target tahun 2020 tidak terealisasi karena masih ada kendala di Instansi terkait.
2. Pemasangan Tanda Batas Kawasan Lindung
Kawasan lindung yang ada di areal PT. GRUTI terdiri dari : Buffer Zone Hutan Lindung, Hutan Suaka Alam, Sempadan Sungai, Sempadan Pantai, KPPN dan KPSL. Rencana pemasangan batas kawasan lindung pada tahun 2020 sepanjang 33,061 Km dari target 310,745 Km. Sisa target yang belum terealisasi direncanakan akan dilaksanakan pada tahun depan.
3. Penataan Areal Kerja (PAK)
Realisasi kegiatan PAK sampai bulan Desember 2020 pada Rencana Blok Tebang Tahun 2021 belum dilaksanakan karena RKUPHHK-HA Periode II Tahun 2021 s/d. 2030 baru disahkan 30 Desember 2020.
4. Inventarisasi Sebelum Penebangan (ITSP)
Realisasi kegiatan ITSP sampai bulan Desember 2020 pada Rencana Blok Tebang Tahun 2021 belum dilaksanakan karena RKUPHHK-HA Periode II Tahun 2021 s/d. 2030 baru disahkan 30 Desember 2020.
B. PRODUKSI
Realisasi produksi pada tahun 2020 sebanyak 39.632 M3 dengan jenis kayu dominan adalah Keruing (88%) dan jenis komersial lain seperti Meranti, Kempas, Jelutung dan Rimba Campuran lainnya. Realisasi pada tahun ini masih jauh di bawah target 123.044,03 M3. Selain faktor alam maka kondisi peralatan juga menjadi kurang maksimalnya produksi kayu yang bisa dihasilkan. Pada tahun 2021 perusahaan merencanakan akan mengadakan peremajaan alat-alat berat untuk bisa meningkatkan target produksi.
C. PEMBINAAN HUTAN
1. Pengadaan Bibit
Realisasi pengadaan bibit pada RKT 2020 sebanyak 182.990 batang. Adapun jenis bibit diuasahakan dari jenis unggulan setempat seperti Keruing, Meranti, Damar Laut dsb. Pada tahun ini tidak ditemukan musim berbuah pohon-pohon unggulan tersebut, maka bibit berasal dari anakan alam atau cabutan. Karena bibit berasal dari cabutan maka persentase tumbuh kurang maksimal dan perlu ditingkatkan.
2. Pengayaan
Pengayaan dilaksanakan di bekas blok tebangan RKT 2017. Realisasi pengayaan pada tahun ini seluas 280,70 Ha dengan jenis tanaman Keruing, Meranti dan jenis unggulan setempat lainnya.
3. Penanaman Areal Tanah Kosong/Areal Non Produktif
Realisasi penanaman tanah kosong/areal non produktif seluas 42,40 Ha dari target 466 Ha. Tidak tercapainya target ini karena penanaman di lokasi Unit Tele II belum bisa dilaksanakan sehubungan belum adanya kesepkatan dengan masyarakat setempat.
4. Penanaman Kiri Kanan Jalan Angkutan Kayu
Penanaman di kiri kanan jalan dilakukan di areal yang kondisinya terbuka atau kurang permudaan. Realisasi penanaman Kiri Kanan Jalan pada tahun ini seluas 21,20 Ha sesuai dengan target.
5. Pemeliharaan Tanaman Pengayaan
Pemeliharaan tanaman pengayaan berupa penyulaman, pembersihan atau pembebasan dari tanaman pengganggu dilakukan pada pohon-pohon hasil penanaman/pengayaan. Realisasi Pemeliharaan Tanaman pada tahun ini seluas 85,30 Ha dari target 88,68 Ha.
6. Pemeliharaan Tanaman pada Areal Tanah Kosong
Pemeliharaan tanaman pada areal tanah kosong berupa penyulaman, pembersihan atau pendangiran dilakukan pada pohon-pohon hasil penanaman hasil penanaman pada areal tanah kosong. Realisasi pemeliharaan tanaman pada tahun ini seluas 98,30 Ha dari target 111,82 Ha.
7. Pemeliharaan Tanaman pada Kiri Kanan Jalan Angkutan Kayu
Pemeliharaan tanaman pada kiri kanan jalan angkutan kayu berupa penyulaman, pembersihan atau pendangiran dilakukan pada pohon-pohon hasil penanaman hasil penanaman pada kiri kanan jalan angkutan kayu. Realisasi pemeliharaan tanaman pada tahun ini seluas 87,39 Ha dari target 100 Ha.
8. Pembebasan Pohon Binaan
Pembebasan pohon binaan dari tanaman pengganggu seperti liana diperlukan agar pertumbuhan pohon maksimal. Realisasi kegiatan Pembebasan Pohon Binaan tahun ini seluas 2.404 Ha dari target 2.636 Ha.
D. PERLINDUNGAN DAN PENGAMANAN HUTAN
Kegiatan perlindungan dan pengamanan hutan meliputi : Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Penanggulangan/Pencegahan Penebangan Liar/Pencurian, Perladangan, Perlindungan Flora dan Fauna/Plasma Nutfah dan Perlindungan Konservasi Tanah dan Air.
E. TENAGA TEKNIS DAN NON TEKNIS KEHUTANAN
Penggunaan Tenaga Teknis dalam pengelolaan hutan sangat mutlak dibutuhkan. Untuk saat ini Tenaga Teknis yang ada di PT. GRUTI terdiri dari : Sarjana Kehutanan 5 orang, GANISPHPL-CANHUT 3 orang, GANISPHPL KURPET 2 orang, GANISPHPL BINHUT 1 orang, GANISPHPL NENHUT 1 orang, GANISPHPL PKB 8 orang. Perusahaan terus berupaya meningkatkan kualitas SDM dengan selalu mengikutsertakan karyawan untuk mengikuti Diklat sesuai kebutuhan perusahaan.
F. PERALATAN
Peralatan pengusahaan hutan yang digunakan antara lain : Logging Truck 13 unit, Tractor 18 unit, Log Loader 6 Unit, Chainsaw 25 Unit, Motor Grader 3 Unit, Excavator 4 Unit, Dump Truck 5 Unit, Speed Boat 1 unit, Long Boat 1 Unit, Jeep 6 Unit dan Sepeda Motor Trail 7 Unit.
Karena sebagian peralatan logging yang digunakan saat ini sudah tua maka pada tahun ini direncanakan akan diadakan peremajaan peralatan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja.
G. PEMANFAATAN KAYU
Kayu produksi tebangan dari areal PT. GRUTI sebagian besar untuk mensuplay industry grup dan sebagian dijual antar pulau/provinsi/perdagangan bebas.
H. PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
Realisasi Litbang tahun ini meliputi : Pertumbuhan Riap Tegakan Tinggal (PUP), Penelitian Tingkat Kerusakan Tegakan dan Penelitian Efisiensi Penebangan (Fe).
I. PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN DAMPAK LINGKUNGAN
Realiasi pengelolaan dan pemantauan dampak lingkungan pada tahun ini dilaksanakan di areal : Sempadan Sungai, Kawasan Buffer Zone Hutan Lindung dan Pantai, Kawasan Pelestarian Plasma Nutfah, Kawasan Perlindungan Satwa Liar, Areal Petak Ukur Permanen, Areal Kebun Benih, Jalan Angkutan, Base Camp/TPK/TPn. Selain itu upaya pengelolaan juga untuk mencegah dan menanggulangi erosi tanah, mencegah kerusakan vegetasi, mencegah kerusakan habitat satwa liar serta social ekonomi dan budaya.
J. KELOLA SOSIAL
Sebagai bentuk kepedulian perusahaan kepada masyarakat desa sekitar areal kerjanya, maka berbagai upaya telah dilaksanakan seperti : Pemanfaatan Tenaga Kerja Lokal, Bantuan Kubikasi Desa, Ganti Rugi Lagan, Penyuluhan dan Bantuan Lainnya.
Selain kegiatan yang tertuang dalam dokumen RKT 2020, perusahaan juga melaksanakan kegiatan lain dalam rangka meningkatkan kinerja pengelolaan hutan lestari, baik dalam aspek sosial maupun ekologi.